Aksi SPI Pasaman Barat, Rayakan Hari Perjuangan Petani Internasional

aksi_spi_pasaman_barat

PASAMAN BARAT. Ratusan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan aksi memperingati Hari Perjuangan Petani Internasional di Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (17/04/2017).

Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Pasaman Barat Januardi menyampaikan, 17 April diperingati oleh petani sedunia sebagai Hari Perjuangan Petani Internasional karena pada 17 April 1996 terjadi sebuah tragedi kelam di El Dorado Dos Caracas, Brazil, peristiwa penembakan terhadap 19 petani tak bertanah yang mempertahankan hak-hak mereka untuk memproduksi pangan dengan menuntut akses terhadap tanah di bunuh oleh polisi militer.

“Sejak tragedi tersebut, La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) menetapkan tanggal 17 April sebagai Hari Perjuangan Petani International, yang juga diperingati di Indonesia oleh SPI,” kata Januardi.

Dalam konteks di kabupatennya, Januardi menegaskan bahwa di Pasaman Barat sendiri telah banyak terjadi penghilangan hak-hak asasi petani terutama hak atas tanah, disebabkan oleh masuknya investor perkebunan kelapa sawit dengan skala besar.

“Di antaranya adalah kasus SPI Basis Batang Lambau di Nagari Kinali dengan Pihak PT.PN VI Ophir yang terjadi sejak tahun 1982-an, dimana petani kehilangan perkampungan, sawah ladang mereka, sampai sekarang petani terus berjuang untuk mendapatkan hak mereka kembali,” kata Januardi.

Januardi menjelaskan, luas perkebunan kelapa sawit yang dikuasai oleh perusahaan adalah 74.371,59 ha dan yang bermasalah dengan basis SPI seluas 8.991 ha.

“Keberadaan perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat secara otomatis tidak berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat di lingkungan perkebunan tersebut, justru telah menghilangkan hak-hak asasi petani dan memicu terjadinya konflik agraria,” papar Januardi.

Selain itu, Januardi menerangkan di Pasaman juga terdapat konflik agraria antara masyarakat adat dan petani kecil dengan perusahaan seperti SPI Basis Lubuak Saruang dengan PTPN VI, SPI Basis Rantau Panjang dengan PT.GMP, SPI Basis Basuang Condong dengan PT.GMP, SPI Basis Mandiangin dengan PT.PMJ yang sampai saat ini belum terselesaikan.

aksi_spi_pasaman_barat_2

Oleh karena Januardi menegaskan, aksi yang dilakukan hari ini, selain untuk merayakan Hari Perjuangan Petani Internasional, SPI Pasaman Barat juga mendesak pemerintah untuk segera melaksanakan reforma agraria sejati dalam rangka pemenuhan hak asasi petani, menyelesaikan konflik agraria di Pasaman Barat secepatnya, mendesak pemerintahan kabupaten untuk mencabut HGY perusahaan yang merampas tanah petani, hingga membagikan tanah terlantar kepada petani.

“Kami juga meminta agar pihak-pihak terkait menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap perjuangan petani dan atau masyarakat Adat dalam menuntut keadilan atas hak-hak keperdataannya oleh penegak hukum, dan agar pemerintah segera membentuk Badan Otorita Reforma Agraria dengan kewenangan yang kuat untuk dapat menjalankan mandat UU No.5 Tahun 1960 dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden,” tambah Januardi.

Sementara itu, aksi ini sendiri dipusatkan di Gedung DPR Kabupaten Pasaman Barat.

Comments

  1. Ahmad ilham fili says:

    Mas menurut saya kasus ini memang harus dituntaskan. Kondisi petani yg mengalami kasus seperti di pasaman barat ini sama sekali tidak terekspos oleh media, khususnya di wilayah tempat sy tinggal dki jakarta. Mengingat kasus ini terjadi di kampung halaman sy yaitu Sumatera Barat, sy ingin sekali bergabung dengan kalian (sarekat petani Indonesia). Dan sy mendukung sekali tuntutan untuk terbentuknya badan otorita reforma agraria tersebut. Sekian terimakasih. Semangat terus kawan.. Jika ada yg bisa sy bantu, sy siap membantu kalian dengan seluruh kemampuan sy.

Speak Your Mind

*