Minum Kopi dan Niat Mulia Mensejahterakan Petani (Kopi) Indonesia

MEDAN. Sore itu, seorang pemuda berambut gimbal rapi sedang menyapu lantai kayu sebuah balai yang “terapung” di atas kolam. Di pojokan salah satu sudut, seorang pemuda buntal sedang menarik tirai bambu. Di dinding batu bata yang dicat warna hitam, yang letaknya tepat di luar balai, terdapat sebuah kalimat yang dituliskan dengan cat putih, “membentuk jaring […]

Membangun Kerukunan Produksi Untuk Kesejahteraan Petani

Oleh : Tri Hariyono** “Agar perut rakyat terisi, kedaulatan rakyat perlu ditegakkan. Rakyat hampir selalu lapar bukan karena panen buruk atau alam miskin, melainkan karena rakyat tidak berdaya,” – Bung Hatta Indonesia merupakan negara agraris. Lebih dari setengah jumlah penduduknya berprofesi sebagai petani. Negara yang kaya akan sumber daya alamnya ini menjadi primadona yang diidam-idamkan […]

Islam, dan Keadilan Agraria

Oleh: Trie Hariyono*** Betapa pentingnya persoalan agraria dalam Islam, tercermin dari kerasnya nada Nabi Muhammad SAW saat menyoroti orang-orang yang melakukan perampasan lahan secara aniaya terhadap tanah orang lain dengan cara yang bathil. Ketegasannya ini tercermin dalam sebuah hadist: “Barangsiapa mengambil satu jengkal tanah yang bukan haknya, ia akan dikalungi tanah seberat tujuh lapis bumi di hari […]

Reforma Agraria Dari Desa

Oleh: Tri Hariyono*** UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa berupaya memperkuat desa sebagai basis penghidupan melalui gagasan kemandirian desa. Berbekal kewenangan yang dimiliki, desa diharapkan menjadi arena sekaligus basis penghidupan bagi masyarakatnya melalui aset yang dimilikinya. Dalam konteks ini, penguasaan dan pemanfaatan aset di desa memerlukan tidak saja kepastian dan kejelasan status melalui proses […]

Desa & Reforma Agraria di Indonesia

Oleh : Tri Hariyono***  Dengan jujur harus kita akui bahwa realitas desa tidak seindah yang kita inginkan. Khususnya ketika program reforma agraria dicabut oleh rezim orde baru dan dijerembabkan ke dalam kubangan kapitalisme global. Frans Husken menjelaskan bahwa seiring masuknya modernisasi ke pedesaan di Indonesia, daya dukung solidaritas sosial yang tadinya menjadi bukan sekedar modal sosial […]

Tugas Negara dalam Reforma Agraria dan Alih Fungsi Lahan

Oleh : Tri Haryono ** Gagasan Serikat Petani Indonesia (SPI) untuk menjadikan Indonesia dapat berswasembada pangan dan sekaligus menjadi penyedia pangan bagi dunia sangat menarik. Pertanyaan kemudian adalah cukupkah jumlah lahan dan produktivitas pertanian rakyat di Indonesia untuk mendukung penyediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia dan dunia? Dari tahun ke tahun jumlah lahan pertanian yang […]

Membangun Kebijakan Pangan Yang Sensitif Gender

Oleh : Tri Hariyono ** Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman (UU No. 18 […]

Refleksi Konsultasi ITPGRFA

Oleh : Eka Kurniawan Indra Sago ** JAKARTA. Pada tanggal 27-30 September 2016 di Bali, International Treaty on Plant Genetic Resources FOR Food and Agriculture (IT PFGRA) dilaksanakan oleh Permerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia. Pertemuan konsultasi IT PFGRA diikuti oleh Organisasi Tani La Via Campesina, Serikat Petani Indonesia (SPI), akademisi, peneliti, badan dunia seperti UPOV […]

Menuju Kebijakan Pangan Yang Berkeadilan: Refleksi Hari Pangan Sedunia 2016

Oleh: Tri Hariyono** Pangan, apapun wujudnya, secara harfiah bukanlah persoalan politik. Dalam kehidupan sehari-hari, pangan umumnya diperlakukan sebagai bahan-bahan yang diperlukan jasmani agar badan manusia bisa survive. Karena anugerahnya Yang Maha Kuasa, sesungguhnya terlalu banyak elemen alamiah yang tersebar di mana-mana, yang segera dapat dikelola untuk “sekedar” menjadi bahan pangan untuk mengganjal perut yang lapar. […]

Kembali Ke Khitah Reforma Agraria Sejati

*oleh: Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih “…..bahwa revolusi tanpa land reform adalah sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang, sama saja dengan omong besar tanpa isi” ; “Tanah tidak boleh menjadi alat penghisapan ! Tanah untuk Tani ! Tanah untuk mereka yang betul-betul menggarap tanah !”. (Soekarno, […]

Puasa Sebagai Tirakat Sosial

*oleh Tri Haryono Ibadah puasa Ramadan kita sudah memasuki fase sepuluh hari atau sepertiga ketiga bulan Ramadan. Menurut sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, pada sepuluh hari atau sepertiga pertama bulan Ramadan, Allah melimpahkan anugerah-Nya (rahman) kepada orang-orang yang menunaikan ibadah puasa. Pada sepertiga kedua Allah membukakan pintu ampunan (magfirah). Sedangkan pada sepertiga terakhir Allah membebaskan orang-orang […]

Politik Agraria untuk Kesejahteraan Petani

*Oleh: Tri Hariyono Di dalam Alqur’an ada sebuah keterangan yang sangat menarik tentang nafsu atau syahwat manusia terhadap tanah. Dalam Surah Ali-Imran ayat 14, Allah memberitahu kita semua bahwa setiap manusia dihiasi atau ditempeli secara built-in kecintaan mendalam kepada lawan jenis, anak-pinak, berdacin-dacin emas dan perak, kendaraan yang bagus, hewan ternak serta tanah atau sawah-ladang. […]

Menanti Solusi Cepat Perpres Reforma Agraria

*oleh: Muhammad Ikhwan Nawacita Jokowi-JK menyaratkan redistribusi tanah seluas 9 juta hektar. Ini adalah aspirasi dari petani, masyarakat adat dan gerakan rakyat. Sudah setahun pemerintahan, rencana ini belum juga jalan. Hal ini mengkhawatirkan banyak pihak: pengkritik menyatakan seakan janji ini jadi lip service; pembela menyatakan kasih waktu dulu untuk Jokowi-JK.

Agroekologi Untuk Kesejahteraan Petani

*oleh Tri Hariyono Hingga saat ini Indonesia masih menyimpan berbagai masalah mengenai agraria. Penguasaan, kepemilikan, pemanfaatan lahan, sampai tenik pertanian yang ramah lingkungan untuk generasi mendatang masih belum terselesaikan. Modernisasi pertanian pada era orde baru menempuh dua cara, pertama menghidupkan kembali pertanian monokultur skala luas dan menjadikan petani sebagai buruh perkebunan, sama seperti zaman kolonial. […]