WTO Out!

imgp2366

Putaran Doha adalah masalah, bukan solusi terhadap krisis pangan, iklim, energi dan finansial

Continue reading...

Solusi kadaluarsa G8 untuk krisis pangan

Hampir tidak ada yang baru dalam pertemuan negara G8 di Toyako, Jepang (7-9 Juli 2008). Pertemuan yang digadang-gadang sebagai salah satu forum yang dapat memecahkan masalah dunia—krisis pangan dan iklim—masih meninggalkan beberapa pertanyaan besar.

Continue reading...

Negara kaya harus bertanggung jawab atas krisis pangan dan iklim

Gerakan petani internasional La Via Campesina mengundang media untuk berbicara dengan perwakilan organisasi petani ketika pertemuan G8 tetang krisis pangan dan krisis iklim dunia dilangsungkan. Lebih dari 600 petani dari Nouminren- Gerakan pertanian berbasiskan keluarga di Jepang, anggota La Via Campesina, dan sekitar 100 petani , baik laki-laki ataupun perempuan yang berasal dari seluruh penjuru […]

Continue reading...

Deklarasi Konferensi Internasional Hak Asasi Petani

img_73

Menuju perayaan ke-60 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Petani Menuntut Konvensi Hak Asasi Petani Kami, delegasi petani kecil, perempuan dan laki-laki, dari gerakan petani internasional La Via Campesina datang dari 26 negara untuk menghadiri Konferensi Internasional Hak Asasi Petani dari tanggal 20 – 24 Juni 2008 di Jakarta, Indonesia. Setelah melalui tujuh tahun proses diskusi […]

Continue reading...

Catatan dari Banten Lama

Sesudah kurang lebih satu minggu melakukan konfrensi Internasional Hak Asasi Petani, akhirnya pada Rabu, 25 Juni 2008, para delegasi melakukan kunjungan lapangan di Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Tepatnya di Desa Mandalawangi, Kec. Kade Hejo.

Continue reading...

Hentikan kriminalisasi terhadap kaum tani

Kami, petani kecil, perempuan dan laki-laki dari La Via Campesina- gerakan petani internasional-yang berasal dari 26 negara didunia yang menghadiri Konferensi Internasional Hak Asasi Petani pada tanggal 20 sampai 24 Juni 2008 di Jakarta, Indonesia. Setelah berbagi pengalaman dan diskusi mendalam secara substantif mengenai penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi petani, kami yakin bahwa saatnya […]

Continue reading...

Kewajiban dan Tanggung Jawab negara untuk melindungi dan memenuhi hak asasi petani

Kami, petani kecil, perempuan dan laki-laki dari La Via Campesina- gerakan petani internasional-yang berasal dari 26 negara didunia yang menghadiri Konferensi Internasional Hak Asasi Petani pada tanggal 20 sampai 24 Juni 2008 di Jakarta, Indonesia. Setelah berbagi pengalaman dan diskusi mendalam secara substantif mengenai penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi petani, kami yakin bahwa saatnya […]

Continue reading...

Petani Kecil Memberi Makan Dunia, Industri Agrofuel Ciptakan Kelaparan dan Kemiskinan

Gelombang investasi yang kini berlangsung untuk mendapatkan sumber energi baru melalui penanaman dan industri pengolahan dari jagung, kedelai, tebu, canola, dll tidak akan menyelesaikan krisis energi dan akan berdampak pada muculnya krisis sosial dan lingkungan. Bahkan akan memberikan dampak yang lebih serius lagi pada pertanian rakyat untuk memproduksi pangan dan keinginan rakyat untuk mendapatkan kedaulatan […]

Continue reading...

Kenyataan Dibalik Krisis Pangan Global: Pelanggaran Masal Hak Asasi Petani

101_0074

Jakarta, 21 Juni 2008 – Sekitar 1000 orang petani kecil dari gerakan petani internasional Via Campesina, laki-laki dan perempuan dari 25 negara berbeda dan 12 propinsi di Indonesia berkumpul hari ini di Jakarta untuk meng-klaim hak untuk bertani di tanah mereka, hak untuk makan dan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan komunitas mereka. Mereka memulai […]

Continue reading...

Deklarasi Pertemuan Petani Perempuan Internasional untuk Hak Asasi Petani

Kami, petani perempuan dari Kolombia, Republik Domenika, Korea Selatan, Indonesia, Spanyol, Thailand, Malaysia dan Timor Leste, berkumpul di Yakarta dan membicarakan kondisi petani perempuan di seluruh.

Continue reading...

Pidato Henry Saragih dalam penutupan Pleno konferensi tingkat tinggi FAO

2565832179_d553a1a103_b

Konferensi tingkat tinggi yang diadakan saat ini sebenarnya dilaksanakan untuk merayakan kesuksesan para pemimpin negara dunia dalam menghapuskan kemiskinan dan kelaparan di dunia. Hal ini merujuk pada komitmen para pemimpin negara dalam World Food Summit ditahun 1996 untuk mengurangi kelaparan pada tahun 2015 menjadi sejumlah 50 persen dari angka kelaparan di tahun 1996.

Continue reading...

Pemenuhan hak pangan rakyat dan hak-hak petani kecil harus menjadi acuan dalam upaya menyelesaikan krisis pangan global

Ada dua peristiwa penting menyangkut upaya masyarakat dunia menangani krisis pangan global yang sedang melanda masyarakat dunia saat ini. Pertama, pertemuan special session Dewan HAM PBB pada bulan Mei lalu yang didalamnya membahas hak atas pangan (right to food) dalam kaitannya dengan krisis pangan global dan perubahan iklim. Kedua, KTT pangan dunia yang diadakan Badan […]

Continue reading...

Polisi mengusir petani penggarap di Desa Ponowareng, Kabupaten Batang

Kondisi  petani penggarap di Desa Ponowareng semakin mengenaskan. Kini para petani harus menghadapi beberapa oknum aparat kepolisian dari polsek Tulis yang menjadi beking tuan tanah untuk mengusir mereka dari lahan garapan. Hal itu, diungkapkan beberapa orang petani kepada Ketua majelis Nasional Petani Mugi Ramanau sabtu (31/5) di rumah mereka.

Continue reading...

La Via Campesina meminta FAO dan pemerintahan diberbagai negara untuk menyelesaikan krisis pangan

Senin (2/6), La Via Campesina dan berbagai organisasi gerakan rakyat lainnya berkumpul di Roma, Italia untuk meminta pemerintah dari berbagai negara yang sedang mengadakan pertemuan dengan FAO untuk segera menyelesaikan krisis pangan.

Continue reading...