Perlu pendekatan baru dalam perdagangan

Jakarta, 30 Juli 2008–PERUNDINGAN Agenda Doha WTO kolaps kemarin (29/7), di Jenewa, Swiss. Perundingan yang dimulai dari tahun 2001 ini sudah sejak lama jatuh-bangun: Mulai tahun 2003, 2005, hingga tahun 2006. Penyebabnya satu: bahwa perdagangan bebas di tiga sektor (pertanian, industri dan jasa) adalah masalah, bukan solusi dari problem rakyat.

Continue reading...

HUT SPI: Gerak ulama dan politik agraria

Narasumber dalam bedah jurnal, dari kiri ke kanan, Henry Saragih (Ketua Umum SPI), Prof. Makshum (Guru besar UGM), Lilis Nurul Husna (Moderator) dan Mun'im (Nu Online).

Dalam melakukan perjuangan agraria, rakyat tani harus bisa bekerjasama dengan segenap pihak termasuk dengan kaum ulama. Hal tersebut mengemuka dalam seminar dan bedah jurnal “Gerak Ulama dan Politik Agraria” yang diadakan oleh SPI bersama dengan Lakpesdam NU di Jakarta (24/7). Seminar tersebut digelar sebagai rangkaian kegiatan HUT SPI ke-10.

Continue reading...

SPI Sumut tuntut Gubernur tepati janji

Medan, 21/7 (ANTARA) – Puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI), Senin, mendatangi Kantor Gubernur Sumut dan menuntut Gubernur H. Syamsul Arifin segera merealisasikan visi dan misinya pada pemilihan kepala daerah yang lalu, yakni “rakyat tidak lapar, tidak sakit, tidak bodoh dan punya masa depan”.

Continue reading...

Petani Desak Mari Pangestu

Anggota Majelis Pimpinan Nasional SPI, Sago Indra, mendesak Menteri Perdagangan RI Mari Pangestu untuk tidak melemahkan posisi negara-negara kelompok G33 di perundingan Bilateral dan Miniministerial meeting WTO di Geneva 21-25 Juli 2008.

Continue reading...

WTO Out!

imgp2366

Putaran Doha adalah masalah, bukan solusi terhadap krisis pangan, iklim, energi dan finansial

Continue reading...

Solusi kadaluarsa G8 untuk krisis pangan

Hampir tidak ada yang baru dalam pertemuan negara G8 di Toyako, Jepang (7-9 Juli 2008). Pertemuan yang digadang-gadang sebagai salah satu forum yang dapat memecahkan masalah dunia—krisis pangan dan iklim—masih meninggalkan beberapa pertanyaan besar.

Continue reading...

Negara kaya harus bertanggung jawab atas krisis pangan dan iklim

Gerakan petani internasional La Via Campesina mengundang media untuk berbicara dengan perwakilan organisasi petani ketika pertemuan G8 tetang krisis pangan dan krisis iklim dunia dilangsungkan. Lebih dari 600 petani dari Nouminren- Gerakan pertanian berbasiskan keluarga di Jepang, anggota La Via Campesina, dan sekitar 100 petani , baik laki-laki ataupun perempuan yang berasal dari seluruh penjuru […]

Continue reading...

Deklarasi Konferensi Internasional Hak Asasi Petani

img_73

Menuju perayaan ke-60 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Petani Menuntut Konvensi Hak Asasi Petani Kami, delegasi petani kecil, perempuan dan laki-laki, dari gerakan petani internasional La Via Campesina datang dari 26 negara untuk menghadiri Konferensi Internasional Hak Asasi Petani dari tanggal 20 – 24 Juni 2008 di Jakarta, Indonesia. Setelah melalui tujuh tahun proses diskusi […]

Continue reading...

Catatan dari Banten Lama

Sesudah kurang lebih satu minggu melakukan konfrensi Internasional Hak Asasi Petani, akhirnya pada Rabu, 25 Juni 2008, para delegasi melakukan kunjungan lapangan di Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Tepatnya di Desa Mandalawangi, Kec. Kade Hejo.

Continue reading...

Hentikan kriminalisasi terhadap kaum tani

Kami, petani kecil, perempuan dan laki-laki dari La Via Campesina- gerakan petani internasional-yang berasal dari 26 negara didunia yang menghadiri Konferensi Internasional Hak Asasi Petani pada tanggal 20 sampai 24 Juni 2008 di Jakarta, Indonesia. Setelah berbagi pengalaman dan diskusi mendalam secara substantif mengenai penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi petani, kami yakin bahwa saatnya […]

Continue reading...

Kewajiban dan Tanggung Jawab negara untuk melindungi dan memenuhi hak asasi petani

Kami, petani kecil, perempuan dan laki-laki dari La Via Campesina- gerakan petani internasional-yang berasal dari 26 negara didunia yang menghadiri Konferensi Internasional Hak Asasi Petani pada tanggal 20 sampai 24 Juni 2008 di Jakarta, Indonesia. Setelah berbagi pengalaman dan diskusi mendalam secara substantif mengenai penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi petani, kami yakin bahwa saatnya […]

Continue reading...

Petani Kecil Memberi Makan Dunia, Industri Agrofuel Ciptakan Kelaparan dan Kemiskinan

Gelombang investasi yang kini berlangsung untuk mendapatkan sumber energi baru melalui penanaman dan industri pengolahan dari jagung, kedelai, tebu, canola, dll tidak akan menyelesaikan krisis energi dan akan berdampak pada muculnya krisis sosial dan lingkungan. Bahkan akan memberikan dampak yang lebih serius lagi pada pertanian rakyat untuk memproduksi pangan dan keinginan rakyat untuk mendapatkan kedaulatan […]

Continue reading...

Kenyataan Dibalik Krisis Pangan Global: Pelanggaran Masal Hak Asasi Petani

101_0074

Jakarta, 21 Juni 2008 – Sekitar 1000 orang petani kecil dari gerakan petani internasional Via Campesina, laki-laki dan perempuan dari 25 negara berbeda dan 12 propinsi di Indonesia berkumpul hari ini di Jakarta untuk meng-klaim hak untuk bertani di tanah mereka, hak untuk makan dan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan komunitas mereka. Mereka memulai […]

Continue reading...

Deklarasi Pertemuan Petani Perempuan Internasional untuk Hak Asasi Petani

Kami, petani perempuan dari Kolombia, Republik Domenika, Korea Selatan, Indonesia, Spanyol, Thailand, Malaysia dan Timor Leste, berkumpul di Yakarta dan membicarakan kondisi petani perempuan di seluruh.

Continue reading...