Tanah untuk penggarap

buku3

Tanah untuk penggarap merupakan intisari dari UUPA (undang-undangng pokok agraria) 1960 yang telah menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kaum tani sebagai pahlawan pangan bangsa untuk menguasasi, memiliki dan menggunakan tanah diatas bumi Indonesia. Dalam buku yang berjudul tanah untuk penggarap ini diceritakan bagaimana perjuangan kaum tani di kawasan hutan Ngadisono terutama kaum tani dari desa Ngadisono […]

Continue reading...

Tanah Untuk Kehidupan: Perjuangan Reforma Agraria di Suka Maju, Tanjung Jabung Timur, Jambi

Program transmigrasi pemerintah yang gencar dilakukan pada dekade 80an ternyata masih menyisakan kisah perjuangan para transmigran yang mencoba bertahan hidup hingga hari ini. Pelaksanaan program yang kurang terencana ternyata memiliki dampak besar bagi ribuan kaum transmigran yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya seperti yang dituliskan dalam buku ini, mengenai kelompok transmigran di pelosok Jambi […]

Continue reading...

Perjuangan Reforma Agraria di Bukit Kijang, Asahan, Sumatera Utara

Cita-cita kaum tani dan rakyat, yakni pembaruan agraria, bukanlah barang baru. Pembaruan agraria telah tertuang sebagai cita-cita dari kemerdekaan nasional serta konstitusi RI dengan tujuan kesejahteraan, keadilan, kebahagian dan kemakmuran rakyat. Sehingga kemudian pada perkembangannya diwujudkanlah cita-cita ini dalam UUPA 1960, termasuk beberapa program nasionalisasi terhadap kekayaan alam dan sumber agraria lainnya yang selama masa […]

Continue reading...

Agrofuel: pertarungan manusia melawan mesin

Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya di kolom opini Jakarta Post (26/6), petani di seluruh dunia saat ini sangat khawatir dengan perkembangan agrofuel. Dalam Nyéléni World Forum for Food Sovereignty (Februari 2007), La Via Campesina bersama ratusan organisasi lain menekankan bahwa prefiks ‘bio’ dalam biofuel tidak berarti bahan bakar nabati ini ramah lingkungan. Gamblangnya, istilah […]

Continue reading...

Africa Can Feed Itself

Poverty is not coincidental. Famines don’t just happen…They are organized by the grain trade. Artinya kira-kira begini, kemiskinan bukanlah suatu kebetulan. Kelaparan tidak terjadi begitu saja…Hal ini dikendalikan oleh perdagangan pangan.

Continue reading...

Pertanian Berkelanjutan Berbasis Keluarga Melawan Pemanasan Global

Pemanasan global bukanlah sebab, melainkan akibat dari kesalahan model pembangunan global berdasar neoliberalisme. Di tengah ramainya perbincangan mengenai pemanasan global dan perubahan iklim Pembaruan Tani edisi Desember ini menyoroti betapa petani, khususnya petani kecil adalah orang-orang yang pertama kali terkena dampak perubahan iklim walaupun mereka lah yang paling sedikit menyumbang emisi karbon yang menyebabkan kehancuran […]

Continue reading...

Membangun Kesatuan Perjuangan Kaum Tani

Hingga detik ini, situasi kehidupan rakyat bisa dikatakan tidak jauh berbeda dari masa penjajahan. Jika dulu rakyat terjajah oleh kaum kolonial, kini rakyat terjajah oleh para pemilik modal dan berbagai organisasi internasional yang berpegang pada asas neoliberalisme. Ketidak adilan agraria yang telah terjadi semenjak jaman kolonial seakan terus dilanggengkan.

Continue reading...

Rakyat Tagih Janji SBY-JK

Dalam Pembaruan Tani kali ini, laporan utamanya memuat betapa selama masa pemerintahan SBY-JK, begitu banyak kebijakan yang seakan semakin menyulitkan posisi petani dan masyarakat kecil. Janji pelaksanaan PPAN yang tak kunjung terwujud, hingga kenaikan harga produk pangan yang sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi para petani akibat membanjirnya pangan impor murah di pasaran.

Continue reading...

Membangun Ekonomi Pedesaan

Membangun ekonomi pedesaan sulit dipisahkan dari membangun pertanian ketika lebih dari separuh penduduk pedesaan bekerja di sektor pertanian. Dan salah satu langkah penting yang harus dilakukan ialah menegakkan pembangunan pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan yang tidak terbatas pada on-farm pertanian saja, namun hingga pengolahan dan pendistribusian produksi pertanian hendaknya dilakukan secara berkelanjutan dan berada di tangan […]

Continue reading...

Memerdekakan Kedaulatan Ekonomi

Edisi Agustus ini mengulas betapa selama 62 tahun kemerdekaan Indonesia, sesungguhnya bangsa ini belum merasakan makna kemerdekaan sejati. Terutama dalam sektor ekonomi, struktur kehidupan bangsa ini secara nyata belum dapat memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Indonesia, seperti yang dialami oleh banyak negara berkembang lainnya mengalami suatu bentuk penjajahan baru dalam rupa perdagangan.

Continue reading...