Catatan Akhir Tahun 2007

SERIKAT PETANI INDONESIA (SPI) SBY-JK Tidak Laksanakan Pembaruan Agraria: Indonesia Terus Menderita Konflik Agraria dan Rawan Pangan Pendahuluan Sepanjang tahun 2007, secara umum kondisi kaum tani di Indonesia tidak berubah banyak dari tahun sebelumnya. Angka kemiskinan yang mencapai 16.58 persen—walaupun turun dari tahun 2006 sebanyak 17.75 persen—tidak merepresentasikan kondisi di lapangan. Nyatanya, sejumlah 63.52 persen […]

Continue reading...

Pandangan dan Sikap SPI tentang kedaulatan pangan

A. Keadaan Kekurangan Pangan Pada World Food Summit (WFS) Food and Agriculture Organization (FAO) bulan November 1996 di Roma, para pemimpin negara/pemerintah telah mengikrarkan kemauan politik dan komitmentnya untuk mencapai ketahanan pangan serta melanjutkan upaya menghapuskan kelaparan di semua negara anggota dengan mengurangi separuhnya jumlah penderita kekurangan pangan pada tahun 2015.  Menurut FAO pada tahun […]

Continue reading...

Serikat Petani Indonesia, dari federatif ke kesatuan

Wonosobo, 4 Desember 2007, FSPI secara resmi menyatakan diri berubah bentuk dari organisasi yang bersifat federatif menjadi kesatuan. Namanya menjadi Serikat Petani Indonesia disingkat SPI. Perubahan ini dideklarasikan oleh 10 serikat petani anggota FSPI yang sekaligus meleburkan diri ke dalam organisasi kesatuan tersebut.

Continue reading...

Pusdiklat Pertanian Organik Bogor

Pusdiklat Nasional Pertanian Agroekologis Serikat Petani Indonesia (SPI) terletak di kawasan Cijujung, berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Bogor. Pusdiklat SPI pertama kali didirikan pada tanggal 19 april 2005.

Continue reading...

Solidarity village for a cool planet, Bali

bali1

Aksi-aksi SPI dan La Via CAmpesina pada tangga 4-11 Desember 2007 di Bali. Aksi-aksi ini bertepatan dengan momen Konferensi PBB tentang perubahan iklim(UNFCCC) yang di gelar di Nusa Dua, Bali.

Continue reading...

Kongres III FSPI

kongres1

Pada tanggal 2-3 Desember 2007 FSPI melaksanakan kongres yang ke-3 di Wonosobo, Jawa Tengah. Kongres tersebut memutuskan perubahan bentuk dan nama FSPI. Bentuk organisasi yang semula federatif menjadi kesatuan dengan nama Serikat Petani Indonesia disingkat SPI.

Continue reading...

Tentang Membangun Tata Dunia Baru Melawan Neokolonialisme-Imperialisme

Pandangan SPI terhadap situasi ekonomi-politik global Sejarah gelap penindasan struktural melalui penjajahan di dunia pada prinsipnya adalah bagian dari sejarah dominasi dan eksploitasi manusia atas manusia (l’exploitation de l’homme par l’homme). Sejarah itu tidak kunjung berhenti, belum juga menemukan titik terangnya hingga saat ini. Di berbagai penjuru dunia, masih banyak jerit derita dari kaum tertindas—mulai […]

Continue reading...

Tentang Menegakkan Kedaulatan Rakyat

Pandangan SPI terhadap situasi ekonomi-politik Indonesia Realitas ekonomi-politik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarahnya yang panjang. Jatuh-bangunnya negeri ini mulai dari masa kolonial kuno, kolonial modern hingga era globalisasi-neoliberal adalah hal mendasar yang harus dicamkan oleh bangsa ini. Kita tidak boleh lupa, bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah kelam penjajahan dan kita terus ditindas dari […]

Continue reading...

Tentang Pembaruan Agraria dan Pembangunan Pedesaan

Kondisi Sosial Ekonomi Pedesaan dan Pertanian Indonesia Runtutan penjajahan dari satu masa kemasa lainnya telah membawa Indonesia kedalam struktur ekonomi kolonialistik. Sistem ekonomi yang berwatak penjajahan ini hanya difungsikan untuk memenuhi kepentingan segelintir orang dengan merampas kedaulatan rakyat. Sementara itu, kesalahan masa lalu tidak pernah menjadi cermin bagi pemerintah Indonesia. Pembangunan secara umum masih sama […]

Continue reading...

Tentang Persatuan Nasional Gerakan Rakyat

Latar belakang situasi ekonomi dan politik Pasca Mei 1998, bahkan lebih jauh lagi, pasca Agustus 1945, bisa dikatakan negara dan rakyat Indonesia belum terbebaskan dari penjajahan kapitalisme internasional/neo-imperialisme. Pasca Mei 1998, ide-ide tentang transisi dan konsolidasi demokrasi, justru diisi dengan pelembagaan demokrasi prosedural elitis yang produknya adalah kebijakan publik (peraturan-perundangan) atas usulan dari eksekutif dan […]

Continue reading...

Tentang Kesatuan Kaum Tani

Potret kaum tani di Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang melintang di garis khatulistiwa. Dengan jumlah pulau 17.504 pulau, wilayah ini terbentang sepanjang 3.977 mil diantara samudra Hindia dan samudra Pasifik. Bila perairan diantara pulau-pulau digabungkan maka total luas wilayah Indonesia menjadi 1,9 juta mil persegi. Kepulauan ini juga kaya akan gunung-gunung, […]

Continue reading...

Tanah untuk penggarap

buku3

Tanah untuk penggarap merupakan intisari dari UUPA (undang-undangng pokok agraria) 1960 yang telah menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kaum tani sebagai pahlawan pangan bangsa untuk menguasasi, memiliki dan menggunakan tanah diatas bumi Indonesia. Dalam buku yang berjudul tanah untuk penggarap ini diceritakan bagaimana perjuangan kaum tani di kawasan hutan Ngadisono terutama kaum tani dari desa Ngadisono […]

Continue reading...

Tanah Untuk Kehidupan: Perjuangan Reforma Agraria di Suka Maju, Tanjung Jabung Timur, Jambi

Program transmigrasi pemerintah yang gencar dilakukan pada dekade 80an ternyata masih menyisakan kisah perjuangan para transmigran yang mencoba bertahan hidup hingga hari ini. Pelaksanaan program yang kurang terencana ternyata memiliki dampak besar bagi ribuan kaum transmigran yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya seperti yang dituliskan dalam buku ini, mengenai kelompok transmigran di pelosok Jambi […]

Continue reading...

Perjuangan Reforma Agraria di Bukit Kijang, Asahan, Sumatera Utara

Cita-cita kaum tani dan rakyat, yakni pembaruan agraria, bukanlah barang baru. Pembaruan agraria telah tertuang sebagai cita-cita dari kemerdekaan nasional serta konstitusi RI dengan tujuan kesejahteraan, keadilan, kebahagian dan kemakmuran rakyat. Sehingga kemudian pada perkembangannya diwujudkanlah cita-cita ini dalam UUPA 1960, termasuk beberapa program nasionalisasi terhadap kekayaan alam dan sumber agraria lainnya yang selama masa […]

Continue reading...