Petani Perempuan Garda Terdepan Penegak Kedaulatan Pangan

Ladangku

Diskusi memperingati Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan SPI Sumut di Medan (09/03)

JAKARTA. Setiap tahunnya 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaiakn selamat hari perempuan internasional untuk semua perempuan.

“Kami dari SPI ingin memberikan hormat kepada pekerja perempuan, petani perempuan di seluruh Indonesia. Kami mengirimkan salam spesial untuk perempuan yang sedang berjuang dan melawan, bukan hanya untuk mendapatkan penghidupannya sendiri tapi juga partisipasi politik, hak kesetaraan, modal dan pengakuan pekerjaan kita,” katanya di Jakarta hari ini.

“Kami memberikan penghargaan kepada perempuan-perempuan yang ikut serta dalam perjuangan konstan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan seluruh umat manusia. Kami memberikan penghargaan kepada perempuan yang melawan penindasan struktral kapitalisme, menolak untuk menerima pola patriarki yang telah berakar di masyarakat, dimana setiap hari perempuan adalah korban kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, penindasan dan pembunuhan. Kita terpanggil untuk menegaskan kembali pentingnya untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, kampanye kami untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan yang diperbarui kembali pada konferensi ke-7 La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) di Bilbao, Spanyol, 2017,” lanjutnya.

Siti Inayah, dari Departemen Petani Perempuan, Badan Pelaksana Pusat (BPP) SPI menyambung, SPI mengapresiasi kepada perempuan yang tidak takut untuk berjuang – dalam berbagai cara dan dalam tradisi dan tempat yang beragam – untuk tanah. Menegakkan kedaulatan pangan, air, benih, dan agroekologi serta pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Kami mengagumi perempuan yang sedang berjuang di pabrik-pabrik di setiap harinya, dan semua perempuan yang sedang bertarung untuk emansipasi politik, ekonomi dan sosial,” sambungnya.

Berdaulat Pangan Dimulai dari Keluarga Sendiri

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Utara (Sumut) Zubaidah menegaskan petani perempuan adalah garda terdepan dalam usaha penegakan kedaulatan pangan.

Ladangku3

Diskusi memperingati Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan SPI Sumut di Medan (09/03)

“Kita (petani) perempuan adalah garda terdepan yang memperjuangkan kedaulatan pangan. Selain mengurus keluarga, anak, dan suami, kita juga turun ke ladang, ke lahan, bertani untuk mencukupi kebutuhan pangan kita,” kata Zubaidah, dalam diskusi memperingati Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan SPI Sumut di Medan hari ini (09/03).

Zubaidah melanjutkan, agar gerakan kedaulatan pangan semakin massif maka petani perempuan harus berorganisisasi dan terorganisir.

“Dengan berorganisasi maka kita kaum perempuan akan semakin kuat, suara dan kepentingan kita tentu semakin didengar,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Juliana Astuti, petani perkotaaan. Ia menyampaikan kedaulatan pangan bisa dimulai di keluarga kita sendiri.

“Bukan hanya di desa, kita di kota juga bisa memulai berdaulat pangan, seperti menanam sayuran yang ditanam secara agroekologi di halaman rumah kita sendiri. Atau jika tidak punya lahan kita bisa memanfaatkan lahan nganggur di pinggiran kota untuk ditanami sayuran. Dan ini sudah kami mulai,” paparnya dalam diskusi tersebut.

Mazdalifah, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU menambahkan, untuk memasifkan kampanye kedaulatan pangan bisa dirumuskan dengan strategi komunikasi yang lebih matang terukur.

“Secara umum ada lima hal yang perlu dirumuskan strategi, pertama menyangkut siapa yang bicara (harus punya kredibilitas dan menguasai masalah yang disampaikan); kedua khalayak yang menjadi sasaran kampanye; ketiga media yang digunakan; keempat kemasan kampanyenya, dan yang terakhir efeknya mau sampai gimana,” paparnya.

“Kita juga harus realistis dalam merumuskan kampanye, perubahan yang ingin dicapai hingga tahap mana, ini disesuaikan dengan sumber daya dan tentunya logistic,” tutupnya dalam diskusi tersebut.

Kontak selanjutnya:
Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811655668
Zubaidah – Ketua SPI Sumatera Utara – 081362812043

Comments

  1. Farhan says:

    Thanks! Beautiful design

  2. ” “Saya kira ini sangat penting demi memastikan nilai-nilai kita serta kedaulatan kita di rantau ini tidak tergadai. Jika kedatangan China digarap sebagai sebuah peluang ekonomi semata-mata tanpa benar-benar memahami dan mengambil berat soal seperti kedaulatan dan keselamatan, ini adalah satu pendirian yang merbahaya kepada kepentingan umum. ” “Kita sedia maklum apa yang disebut sebagai ‘trinity of risk’ ke atas sebuah negara berdaulat iaitu risiko kemunduran ekonomi, risiko kehilangan kedaulatan, dan risiko hilangnya keselamatan.

Speak Your Mind

*