Petani SPI Gelar Upacara 17 Agustus di Persawahan

IMG-20170817-WA0034

LABUHAN BATU UTARA. Puluhan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melakukan upacara di hamparan sawah (17/08). Upacara ini tepatnya dilaksanakan di Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Ledong.

Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Utara Zubaidah menyampaikan, upacara di tengah persawahan ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan SPI terhadap masih banyaknya kasus-kasus kekerasan yang menimpa petani di Sumatera Utara (Sumut).

“Kriminalisasi dan kekerasan terhadap petani di Sumut masih saja terjadi. Seperti yang dialami oleh petani Mekar Jaya di Kabupaten Langkat. Di sini cukup banyak petani yang menjadi korban, kehilangan rumah dan lahan yang jadi sumber penghidupan,” papar Zubaidah.

Zubaidah melanjutkan, hari ini tanggal 17 Agustus 2017, rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan Indonesia dari ikatan belenggu kolonial Belanda. Tapi hari ini meskipun Indonesia sudah merdeka dari kolonial Belanda 72 tahun lalu, namun belumlah merdeka yang sesungguhnya.

UPACARA 17 AGUSTUS SPI LABURA

“Kita petani masih diikat dan dibelenggu dengan sistem ekonomi yang mengisap dan sistem politik menindas petani,” paparnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum SPI Henry Saragih menegaskan, di tengah Indonesia yang sudah merdeka selama 72 tahun, kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan masih terus menimpa petani di negeri ini.

“Saudara kita di Mekar Jaya, Langkat, tergusur dari tanahnya, terlunta-lunta tanpa ada perhatian. Di wilayah lain, di Pasir Datar, Sukabumi, di bulan kemerdekaan Indonesia ini, petani di sana harus meringkuk di penjara sebanyak 10 orang, dan entah berapa lama lagi mereka akan dipenjarakan karena mempertahankan tanahnya. Juga hal yang sama dialami oleh petani yang tersebar di bumi Indonesia ini,” paparnya.

UPACARA 17 AGUSTUS SPI LABURA

“Mari kita terus berjuang di bawah panji-panji SPI, bebaskan petani dan rakyat Indonesia. Hari ini dan besok mari kita bulatkan tekad, kepalkan tangan, langkahkan kaki, pekikkan kemerdekaan untuk petani,” tutupnya.

Speak Your Mind

*