Solidaritas La Via Campesina atas Terbunuhnya Petani Palestina

2017-02-09-UAWC Farmer KilledJAKARTA. La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) mengecam dan mengutuk keras pembunuhan brutal Suleiman Hammid, seorang petani Palestina (anggota UAWC-The Union of Agricultural Work Committees, organisasi petani Palestina anggota La Via Campesina), oleh pemukim Israel. Suleiman Hammid, 85 tahun, dilindas oleh pemukim Israel di Jalan Bypass di dekat Desa Al-khadeer, di selatan Betlehem, ketika Suleiman sedang menuju lahan pertaniannya, pada Rabu, 8 Februari 2017.

Dalam rilisnya, La Via Campesina menyampaikan, pembunuhan brutal Suleiman Hammad adalah bagian dari pelanggaran sistematis atas hak untuk hidup yang dilakukan oleh Israel yang merupakan salah satu hak asasi manusia yang paling mendasar untuk semua orang.

Pembunuhan ini sendiri terjadi hanya beberapa hari setelah Israel menyetujui hukum untuk melegalkan pemukiman tepi barat yang dibuat melanggar hukum di atas lahan milik Palestina yang diklasifikasikan sebagai daerah “C” berdasarkan “Perjanjian Oslo” yang semakin mengarah ke pencurian dan perampasan lahan Palestina.

Oleh karena itu, La Via Campesina menyerukan kepada seluruh anggotanya (termasuk Serikat Petani Indonesia-SPI), organisasi petani kecil sedunia, untuk menyampaikan solidaritasnya.

“La Via Campesina juga meminta organisasi-organisasi HAM, aktivis dan gerakan-gerakan keadilan sosial untuk meningkatkan suara mereka untuk mengakhiri pelanggaran Israel terhadap para petani Palestina,” tutur rilis resmi La Via Campesina.

Rilis tersebut juga menyampaikan, aksi-aksi solidaritas bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti membuat pernyataan resmi melawan pelanggaran konstan akan hak atas hidup petani Palestina; memecah keheningan masyarakat internasional dan bertindak segera untuk melindungi petani Palestina dan memberikan tekanan untuk mengakhiri pendudukan Israel; hingga mengatur gerakan sosial nasional dan internasional untuk memulai demonstrasi yang efektif di depan kedutaan besar Israel di mana pun berada dan mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan pelanggaran, kriminalisasi, terhadap petani Palestina.

 

Speak Your Mind

*