Petani & Hari Tani 24 September

MENGAPA PETANI HARUS MEMPERINGATI  HARI TANI DENGAN AKSI ?

 

Sudahkah petani Indonesia sejahtera……?

Sudahkah petani Indonesia memiliki tanah yang cukup untuk diolah…..?

Sudahkah petani cukup makan…..?

Pertanyaan di atas inilah yang harus kita jawab bersama baik sebagai petani, aktifis petani, pengurus organisasi tani, ataupun pemerintah yang mayoritas penduduknya kaum tani. Dan kalau kita melihat data dan fakta, kita sepakat  menjawab dengan kata “belum”. Ini fakta yang ada di Negara agraris yang kita cintai ini.  Berdasarkan data Biro Pusat Statistik mengemuka bahwa sebagian besar penduduk miskin berada di pedesaan.

Kita sebagai petani yang tergabung dalam organisasi petani – Serikat Petani Indonesia (SPI), hendaknya kritis dan berikhtiar untuk terus memperjuangkan petani dan rakyat di bumi Indonesia ini.

Indonesia adalah negara agraris nan subur yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa, dimana sebagian besar rakyatnya hidup turun temurun sebagai petani.  Bila kita ingat sejarah sewaktu Presiden Soekarno meresmikan gedung Fakultas Pertanian IPB tahun 1953, dalam pidatonya yang dikenal dengan judul “Antara Hidup dan Mati”,  beliau menekankan bahwa masalah besar yang di hadapi bangsa Indonesia adalah bagaimana memberi makan penduduk.   Nah karena kondisi inilah, Petani ditempatkan pada posisi yang bertanggung jawab memberi makan penduduk, disamping masih harus memenuhi kebutuhan untuk diri sendiri dan keluarganya. Artinya peran petani sangat mulia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada tanggal 24 September 1960, diharapkan tanggung jawab dan peran mulia kaum tani sebagai pemberi makan penduduk bisa dijalankan.  Karena Pada tanggal 24 september ini, dibuat Undang Undang dasar Pokok Agraria (UUPA), yang diharapkan menjadi tonggak perubahan kaum tani dan diangkatnya harkat dan martabat petani Indonesia. Hari yang bersejarah inilah yang biasa kita maknai sebagai Hari Tani Nasional 24 September.

Setiap tahunnya pada tanggal 24 September adalah Hari Tani yang diperingati oleh para petani dengan berbagai cara dan bentuk di mana-mana. Hari yang dianggap istimewa biasanya dilahirkan oleh dua peristiwa besar yakni peristiwa sebuah kemenangan yang indah, membanggakan dan menyenangkan atau sebaliknya peristiwa kekalahan yang pahit memilukan, lantas diperingati, dikenang, dicatat agar tak dilupakan. Sederhananya semangat momentum hari tani ini hendaknya dijadikan sebagai renungan bersama, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah petani.

Petani dan Hari Tani 24 September

Sebagai massa petani yang terorganisir dalam barisan SPI hendaknya kita setiap tahunnya menjadikan hari tani 24 September sebagai hari yang bersejarah dan pemberi semangat untuk perubahan kaum tani di Indonesia, dengan cara memperingatinya dan menyebarluaskan tentang pentingnya peran petani di Indonesia.  Bentuk peringatan bisa kita buat sedemikian rupa agar semua orang, kalangan luas, dan pemerintah lebih memperhatikan nasib kaum tani.

Petani dan Hari Tani adalah ibarat petani dengan cangkulnya yang tak terpisahkan, karena setiap sektor masyarakat pastilah punya hari yang bersejarah dan ataupun hari raya nya tersendiri. Pada tanggal 24 september inilah harinya petani Indonesia, karena pada hari ini dibuat satu kebijakan UUPA yang mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum tani, mengatur hak atas tanah, hak atas sumber-sumber agraria untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya u kemakmuran petani dan bangsa. Penetapan Hari Tani Nasional berdasarkan keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963 menandakan pentingnya peran dan posisi petani sebagai entitas bangsa.

Secara umum kegiatan SPI bisa kita klasifikasikan kedalam 3B yakni Berkumpul, Belajar, dan Berjuang. B yang terakhir inilah (Berjuang) yang harus terus melekat dalam setiap aktifitas organisasi SPI. B terakhir inilah yang bias kita implementasikan dalam bentuk aksi-aksi SPI, baik aksi dilapangan dalam bentuk reklaiming, aksi produksi, maupun aksi jalanan dalam bentuk demonstrasi atau unjuk rasa.

Demonstrasi atau aksi massa besar di hari tani 24 September, bukanlah hal yang tabu, negatif atau anarkis. Tapi merupakan bentuk ekspresi yang produktif dari sekelompok orang yang berisikan tuntutan atas keadaan, informasi kenyataan, luapan kesadaran dan bahkan merupakan bentuk pendidikan kritis kebangsaan.  Hal ini jelas legal, karena diatur oleh perundang-undangan yang berlaku, yakni UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat Di Muka Umum.

Kepada seluruh massa, anggota, kader dan pengurus SPI, juga khalayak umum petani dan komponen rakyat lainnya bahwa ikhtiar perjuangan memperingati hari tani nasional dalam bentuk demonstrasi atau aksi massa merupakan suatu keharusan demi perubahan nasib bersama kaum tani se-Indonesia.

Di bulan September 2010 kita semua berharap ada 2 hari raya kemenangan buat kita, yakni: 1) Hari raya kemenangan idul fitri buat umat islam sebagai tanda kemenangan melawan hawa nafsu dan 2) Hari raya kaum tani Indonesia, yang merupakan tonggak dilaksanakannya pembaruan agraria sejati di Indonesia yang kita yakini akan membawa perubahan kaum tani menjadi lebih baik.

Serukan aksi bersama ini kepada semua petani anggota SPI dan petani pada umumnya untuk melakukan aksi nasional di Jakarta pada tanggal 24 September 2010.

LAKSANAKAN SEGERA PEMBARUAN AGRARIA SEJATI DENGAN PAYUNG HUKUM UUPA NO. 5 THN 1960.

TANAH UNTUK PETANI & TEGAKKAN KEDAULATAN PANGAN, PETANI TANPA TANAH IBARAT MANUSIA HIDUP TANPA UDARA.

 

==================================================================

Syahroni, Ketua Departemen Pendidikan, Pemuda, Budaya dan Kesenian SPI

Comments

  1. Wow, that’s what I was searching for, what a information! existing here at this weblog, thanks admin of this web site.

Speak Your Mind

*